serunya pelatihan e-learning

WP_20160511_14_21_14_Pro

Pertama pelatihan di buka oleh sambutan ketua Stikes yang memberikan arahan dan pengarahan.

Selanjutnya dr pemateri Pa. Feri Udayana, ST yang mirip kang emil. Dilanjutkan oleh Pa. Dadan, S.Kom

WP_20160511_14_21_38_ProWP_20160511_14_01_02_ProWP_20160511_14_05_06_Pro

 

 

 

Pelatihan Preceptorship

 

WP_20160419_17_19_51_Pro

Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan dengan menerapkan prinsip dan kaidah keprofesian terutama profesi perawat dalam tatanan pelayanan kesehatan nasional dan mampu bersaing secara global, STIKES Dharma Husada menyelenggarakan pelatihan preceptorship di kampus STIKES Dharma Husada Bandung.

WP_20160420_10_55_49_Pro

Pelatihan tersebut merupakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas para pembimbing baik pembimbing klinik maupun pembimbing akademik yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari institusi seperti RSHS Bandung, RS jiwa pemprov jabar, RSP DR. H.A. Rotin sulu, Puskesmas Griya Antapani, Puskesmas Puter, Puskesmas Padasuka, dan Puskesmas Cilengkrang.

WP_20160420_11_31_43_Pro

Dengan demikian diharapkan dengan pelatihan tersebut para Preseptor baik akademik maupun klinik dapat dijadikan Role Play yang baik bagi Maha Siswa sehingga tercipta para penerus keperawatan yang profesional dan kompeten baik dari segi pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun perilaku.

 

WP_20160420_11_32_13_Pro

Kopi dapat menurunkan gula darah pada penderita Diabetes Melitus ?

kopiTidak bisa di pungkiri tingginya angka kejadian diabetes melitus berbanding lurus dengan peningkatan populasi manusia di dunia, International Diabetes Federation (IDF) mencatat pada tahun 2013 lebih dari 382 juta orang diseluruh dunia menderita diabetes, di Indonesia terdapat 9,1 juta penduduk hidup dengan diabetes dan ternyata Indonesia menempati urutan ke Lima dunia terbanyak penderita diabetes dan masih banyak lagi penderita diabetes yang belum terdiagnosis.

Tingginya angka diabetes menyebabkan tingginya pula kemungkinan komplikasi yang ditimbulkan akibat penyakit diabetes melitus, sebagai mana yang kita ketahui komplikasi dari diabetes melitus berdampak buruk pada berbagai organ tubuh kita. Komplikasi yang muncul dari diabetes melitus sesuai artinya bahwa diabetes melitus merupakan tingginya kadar gula dalam darah yang disebut dengan Hiperglikemia, hiperglikemia tersebut apabila sudah mencapai 300-600 mg/dL maka akan meyebabkan ketoasidosis (keadaan tubuh yang terlalu asam disertai dengan peningkatan benda keton) dan komplikasi inilah yang biasanya menyebabkan seseorang mengalami penurunan kesadaran dan tingginya angka kematian pada penderita diabet, dan masih banyak lagi kompliasi yang bisa ditimbulkan dari keadaan diabetes ini.

Tingginya kejadian diabetes melitus dan komplikasi yang ditimbulkan menyebabkan perlunya berbagai penelitian untuk menangani masalah diabetes itu sendiri, Penelitian mengungkapkan adanya hubungan yang berbanding terbalik antara kadar C-Peptide dengan konsumsi kopi pada perempuan dengan kelebihan berat badan (obesitas). Pada seseorang yang baru didiagnosa DM Tipe 2 akan dijumpai kadar C-Peptide yang tinggi, dengan demikian penurunan kadar C-Peptide disinyalir dapat meningkatkan kada insulin darah sehingga dapat menurunkan kadar gula darah.

obesitasSelain itu dinsinyalir pula kopi memiliki unsur fenol pada tiap gramnya, senyawa fenol merupakan senyawa antioksidan yang kemungkinan dapat menurunkan kadar gula darah dengan menghambat absorpsi (penyerapan) gula pada saluran pencernaan. Hasil penelitian lain juga mengungkapkan bahwa efek kafein adalah dapat meningkatkan stimulasi lemak dan mobilisasi glikogen dari jaringan sehingga dapat melepaskan asam lemak bebas dari jaringan perifer.

Dari berbagai penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa individu yang mengkonsumsi kopi rutin mempunyai risiko yang rendah untuk menderita diabetes melitus tipe 2, tetapi pada penelitian ini tidapa dapat menjelaskan hubungan yang kausal bahwa kopi dapat mencegah diabetes melitus tipe 2, bagaimanapun harus dilakukan berbagai penelitian jangka panjang terkait homeostatis glukosa, retensi insulin, dan metabolisme glukosa sebagai akibat dari konsumsi kopi.

Wallahualam…

 

Rumput laut sebagai anti kanker dan infeksi

      InflamasiRespon inflamasi berfungsi untuk melindungi jaringan tubuh ketika luka terhadap infeksi mikroba. Respon inflamasi yang sesuai terhadap jenis mikroba tergantung kepada sejumlah mediator seperti Cytokines, yang sekresikan oleh sel-sel inflamasi seperti makrofag dan neutrofil. Makrofag diketahui mempunyai peranan penting dalam mempertahankan tubuh terhadap bahan berbahaya termasuk kejadian auto imun, infeksi pathogen dan proses inflamasi. sebuah stimulasi pada proses inflamasi seperti Lipopolisaccharida (LPS) dapat mengaktifkan makrofag untuk menghasilkan berbagai macam Cytokines Pro-Inflamatory­ seperti Interleukin-1β (IL-1β), IL-6, dan tumor reckroting faktor-α (TNF-α), dan mediator inflamasi yang lainnya termasuk prostaglandin dan Nitric Oxida (NO), yang dikatalisis oleh siklooksigenase-2 (COX-2) dan inducible nitric oksida sintase (iNOS).

Seaweed_Salad-1024x1009Rumput laut telah digunakan pada kosmetik tradisional selain itu telah dikenal pula pengobatan tradisional dengan menggunakan rumput laut seperti pengobatan pada batuk, bisul, gondok, sakit perut, dan penyakit kandung kemih, dan untuk mengurangi kejadian tumor, bisul, dan sakit kepala.

Terlepas dari kenyataan bahwa rumput laut yang sering digunakan dalam praktek kesehatan manusia, sangat sedikit sekali yang mengetahui tentang peran rumput laut dalam konteks inflamasi. pada penelitian telah diketahui ada pengaruh rumput laut terhadap makrofag cell line (RAW 264.7) dibawah situmulasi dari Lipopolysaccharida (LPS). Hasil penelitian menunjukan bahwa ektraks rumput laut dapat menjadi inhibitor poten dari produksi mediator pro-inflamasi sepserti oksida nitrat (NO), prostaglandin E2 (PGE2), interleukin-6 (IL-6) dan tumor necrosis faktor-α (TNF-α). Berdasarkan hasil ini, efek inflamasi dan toksisitas sel rendah dari ektrak rumput laut menunjukan potensi therapeutic dalam regulasi respon inflamasi.

Sumber:

Yang, E. J., Moon, J. Y., Kim, M. J., Kim, D. S., Kim, C. S., Lee, W. J., … & Hyun, C. G. (2010). Inhibitory effect of Jeju endemic seaweeds on the production of pro-inflammatory mediators in mouse macrophage cell line RAW 264.7. Journal of Zhejiang University Science B, 11(5), 315-322.